SMK GRAFIKA DESA PUTERA - SISTEM INFORMASI SEKOLAH - [SIS/SAS] - www.smkgrafikadp.com
Rubrik : KABAR SMK
Teknologi Cetak Rotogravure
2008-09-13 00:37:08 - by : smardi
Pengertian Teknologi Cetak Rotogravure :

     Rotogravure secara etimologi terbagi menjadi dua pengertian yaitu roto atau rotern yang berarti berotasi atau berputar, dan gravure yang berarti cukil atau ukir.Sedangkan secara terminologi, pengertian rotogravure yaitu salah satu teknologi cetak dari teknik cetak dalam yang menggunakan acuan cetak berbentuk silinder yang berputar, dimana gambar dan atau tulisan pada acuan tersebut dibuat dengan cara dicukil ataupun diukir.


     Sebagaimana yang dituliskan diatas, teknologi cetak rotogravure merupakan teknologi cetak yang menggunakan prinsip dasar teknik cetak dalam, yaitu pada bidang yang mencetak (image area) letaknya lebih rendah atau dalam dibandingkan dengan bidang yang tidak mencetak (non image area) pada permukaan acuan cetak.


     Teknologi cetak rotogravure merupakan pengembangan dari fotografi dan teknik cetak rotasi yang menggunakan acuan cetak berbentuk silinder. William Henry Fox Talbot berhasil mengembankan film continoustone (model nada penuh) menjadi bentuk film halftone (model nada lengkap) pada tahun 1860 yang digunakan untuk menghasilkan gambar dari proses fotoreproduksi untuk semua teknik cetak. Dari perkembangan film haltone Auguste Godchaux berhasil menciptakan teknik cetak rotogravure reel-feed dan mendapatkan hak paten pada tahun 1860, kemudian tahun 1940 di proses cetaknya disempurnakan oleh Karl Klic (Klietsch) berkembangsaan jerman dan Samuel Fawcett dari inggris .


Karakteristik Teknologi Cetak Rotogravure:

     Teknologi cetak rotogravure memiliki beberapa ciri-ciri khusus yang dapat membedakan antara teknologi cetak rotogravure dengan teknologi cetak lainnya yang dapat dilihat dari dua sisi.
1. Pada karakteristik mesin cetaknya :

a. Acuan cetaknya berbentuk silinder,
b. Pada permukaan silinder cetak, bidang yang mencetak (image area)

    letaknya lebih dalam dibandingkan bidang yang tidak mencetak

    (non image area),

c. Raster pada teknologi cetak rotogravure berfungsi sebagai

    penahan tinta agar tidak keluar akibat gaya sentrifugal silinder

    acuan cetak dan sebagai tempat bertumpunya doctor blade,

d. Pada umumnya bahan cetak yang digunakan berbentuk

    gulungan atau rol, tetapi dapat pula berupa lembaran yang

    disesuaikan dengan mesin yang digunakan,

e. Sistem penintaan yang digunakan umumnya adalah

    sistem sirkulasi,
f.  Sifat tinta pada Teknologi cetak rotogravure relatif tipis

   dan encer, dan juga mempunyai daya alir yang tinggi,

g. Rakel (doctor blade) membantu penyatuan tinta pada

    permukaan silinder acuan sehingga tinta tertinggal pada

    bidang gambar dan atau tulisan (image area),
h. Silinder acuannya dibuat dengan cara diukir atau

   dicukil (gravure),

i.  Jenis pewarnaan yang digunakan pada pencetakan

    rotogravure yaitu cetakan multicolour dan separasi,
j.  Pada permukaan silinder acuan bentuk raster sama

    dengan besar dan kedalaman yang bervariasi sesuai model.

2. Pada karakteristik hasil cetaknya :
a. Seluruh permukaan cetaknya memiliki raster pada cetakan

    gradasi maupun cetakan blok, dan tebal tipisnya gradasi warna

    cetakan tergantung pada dalam dan dangkalnya hasil ukir

    sumur-sumur raster pada silinder acuan rotogravure,
b. Pada bagian pinggir cetakan berbentuk gerigi bila dilihat

    dengan lup, karena permukaan cetak beraster semua,
c.  Pada daerah cetakan yang bernada penuh atau shadow

     terjadi alur-alur seperti mutiara sebagai akibat tinta

     rotogravure yang encer setelah mengering pada

     permukaan bahan cetak.


Kelebihan dan Kekurangan Teknologi Cetak Rotogravure
Kelebihan teknologi cetak rotogravure antara lain :
1. Dapat mencetak diatas hampir semua bahan

    (board, paper, plastic film, aluminium foil, dll).
2. Secara umum kecepatannya tinggi 100-150 m/menit.
3. Konsistensi warna lebih stabil.
4. warna lebih cemerlang karena tintanya solvent base

   dan tidak dipengaruhi oleh air.

5. Dapat mencetak bentuk gambar endless termasuk

    bentuk spiral untuk aplikasi, sebagai label kaleng.

6. Silinder cetak tahan untuk long run, mencapai 40.000 m

    tergantung jenis bahan, tinta, rakel, dan mesin cetaknya

    itu sendiri.
Kekurangan teknologi cetak rotogravure antara lain :
1. Biaya pre-press tinggi karena harus membuat silinder.

    Tidak efisien untuk order-order pendek.
2. Waktu pre-press lebih lama dibanding offset.

    Membuat plate offset 2 jam selesai, sedangkan

    membuat satu set silinder (misal 5 warna) memerlukan

    waktu 15-20 jam.

3. Printing dengan memakai gulungan rol tidak seakurat

    cetak offset yang menggunakan lubang sheet.

    Untuk mengatasi hal ini maka dipakai pengontrol

    tegangan (tension control), pengontrol register (register control)

    serta alat pengontrol bagian pinggir pada mesin etak rotogravure.


Dalam perkembangan sistem pembuatan silider

acuan rotogravure terdiri dari :
         1. Sistem Etching (konvensional), yaitu dengan cara :
                       a. In Direct Etching
                       b. Direct Etching
        2. Sistem Electro Mechanical Engraving (EME), yaitu dengan cara :
                       a. Klischograph Laser Beam Engraving
                       b. Laser Beam Engraving.
SMK GRAFIKA DESA PUTERA - SISTEM INFORMASI SEKOLAH - [SIS/SAS] - www.smkgrafikadp.com : http://smkgrafikadp.com
Versi Online : http://smkgrafikadp.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=49